Minggu, 28 Oktober 2012

Laporan Pengaruh Cahaya Matahari terhadap Pertumbuhan Jagung


Tugas Mata Pelajaran Biologi
Guru Pembimbing:
Agus Pramono,S.Pd
Oleh:
~ Anindea Bucika Putri 
~ Annisa Natassya Basalem
XII IPA 1 SEMESTER 1


DINAS PENDIDIKAN KOTA PONTIANAK
 SMA NEGERI 2
PONTIANAK
2012



KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah kepada kita semua, sehingga berkat Karunia-Nya kami dapat menyelesaikan laporan  ”Pengaruh Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan Jagung” yang dibimbing oleh Bapak Agus Pramono,S.Pd.
Melalui penugasan ini diharapkan para dapat memahami tentang Pengaruh Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan Jagung yang pada gilirannya dapat diimplementasikan  dalam kegiatan pembelajaran.
Dalam penyusunan makalah ini kami berharap semoga makalah inidapat bermanfaat bagi kami sendiri maupun kepada pembaca lain.
                                                                             
Pontianak, 8 Agustus 2012


BAB 1

Pendahuluan
Latar Belakang
Ekosistem terdiri dari komponen biotic dan abiotik. Setiap komponen saling berinteraksi sehingga menimbulkan saling ketergantungan. Interaksi itu bisa terjadi antara komponen biotik dan biotik, biotic dan abiotik maupun abiotik dan abiotik.
Rumusan Masalah
Periode pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan terjadi sepanjang hidupnya seperti halnya makhluk hidup lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor,diantaranya yaitu faktor dari lingkungan dan faktor dari dalam tubuh organisme.
Dalam laporan percobaan kali ini kami akan membahas mengenai faktor-faktor eksternal apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, yang dalam hal ini adalah jagung.
Tujuan Penelitian
       Membuktikan adanya interaksi antara komponen dalam ekosistem
Manfaat Penelitian
Untuk mengetahui perbedaan tanaman yang tumbuh di tempat gelap dan
tempat terang


BAB 2
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS
Landasan Teori
Pertumbuhan diartikan sebagain suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorphosis) dan tingkat kedewasaan. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua aktifitas kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, karena prosesnya berjalan bersamaan.
Tumbuhan yang masih kecil, belum lama muncul dari biji dan masih hidup dari persediaan makanan yang terdapat di dalam biji, dinamakan kecambah (plantula). Awal perkecambahan dimulai dengan berakhirnya masa dormasi. Masa dormasi adalah berhentinya pertumbuhan pada tumbuhan dikarenakan kondisi lingkungan yang tidak sesuai. Berakhirnya masa dormasi ditandai dengan masuknya air kedalam biji suatu tumbuhan yang disebut dengan proses imbibisi. Imbibisi terjadi karena penyerapan air akibat potensial air yang rendah pada biji yang kering. Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang dan memecahkan kulit pembungkusnya dan juga memicu perubahan metabolic pada embrio yang menyebabkan biji tersebut melanjutkan pertumbuhan. Enzim-enzim akan mulai mencerna bahan-bahan yang disimpan pada endosperma atau kotiledon, dan nutrient-nutriennya dipindahkan ke bagian embrio yang sedang tumbuh.
Biji dapat berkecambah karena di dalamnya terdapat embrio atau lembaga tumbuhan. Embrio atau lembaga tumbuhan mempunyai tiga bagian, yaitu akar lembaga/calon akar (radikula), daun lembaga (kotiledon) dan batang lembaga (kaulikulus).
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, salah satunya yaitu faktor cahaya. Cahaya kelihatannya merupakan petunjuk utama yang memberitahu benih bahwa ia telah menembus tanah. Kita dapat menipu biji jagung, sehingga biji tersebut bertingkah laku seolah-olah ia masih tetap terkubur dengan cara mengecambahkan biji dalam kegelapan. Dari keadaan tersebut, kami termotivasi untuk melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan biji jagung di dua tempat berbeda, yaitu tempat gelap dan tempat terang. Pemilihan tempat ini sudah melalui pertimbangan beberapa faktor, seperti yang telah disebutkan pada kalimat sebelumnya. Untuk itu kami membuktikannya dengan melakukan pengamatan seperti yang tercantum pada laporan ini.
Hipotesis
Menurut kelompok kami, jagung yang akan tumbuh lebih tinggi adalah jagung yang diletakkan di tempat terang karena tanaman jagung yang diletakkan di tempat terang langsung terkena cahaya matahari sehingga tanaman bisa melakukan fotosintesis.

BAB 3
METODE PENELITIAN
Metode penelitian dilakukan dengan cara eksperimen, antara lain:

1.  Alat dan Bahan
·         Pot (2 buah)
·         Tanah yang gembur
·         Lidi (10 buah)
·         Jagung secukupnya (30 butir)
·         Tanah dan Air secukupnya

2.  Langkah Kerja
1.     Menyiapkan alat-alat dan bahan yang diperlukan
2.    Merendam jagung yang akan ditanam selama 8 jam
3.    Beri label A dan B masing-masing pot
4.    Isi kedua pot dengan tanah
5.    Letakkan masing-masing 5 biji jangung, atar letakanya, timbuni tanah hingga 2 cm, jangan terlalu dalam agar biji jagung tetap tumbuh
6.    Siram setiap hari agar tanah lembab
7.    Jika biji sudah tumbuh, letakkan pot A ditemat yang terkena cahaya matahari langsung, dan pot B di tempat teduh. Setiap hari diperiksa agar tanah tetap lemabab dan pot tidak diganggu oleh binatang
8.    Seminggu kemudian, ukur tinggi tanaman di pot A dan pot B. Cari rata-ratanya. Buat datanya dalam table.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A.  Tabel dan Gambar Hasil Pengamatan
    Tempat Gelap
Tanaman
Hari ke…(cm)
Keterangan
Hari 1
Hari 2
Hari 3
Hari 4
Hari 5
Hari 6
Hari 7
1
-
-
-
-
-
-
-
Mati
2
1,5 cm
3,5 cm
6 cm
10 cm
13,5 cm
15 cm
17 cm
Hidup (9,5 cm)
3
2 cm
3,5 cm
7 cm
10 cm
12,5 cm
13 cm
15,5 cm
Hidup (9,1 cm)
4
1  cm
2,5 cm
4 cm
6,5 cm
8 cm
9 cm
12 cm
Hidup (6,1 cm)
5
1.5 cm
2 cm
5,5 cm
7,5 cm
9 cm
11 cm
13 cm
Hidup (7,1 cm)



    Tempat Terang
Tanaman
Hari ke…(cm)
Keterangan
Hari 1
Hari 2
Hari 3
Hari 4
Hari 5
Hari 6
Hari 7
1
2 cm
3 cm
4 cm
5 cm
6 cm
8 cm
10 cm 
Hidup (5,4 cm)
2
1 cm
2 cm
3 cm
4 cm
5 cm
7 cm
 8 cm
Hidup (4,2 cm)
3
3 cm
4 cm
5 cm
7 cm
8 cm
9 cm
 11 cm
Hidup (6,7 cm)
4
1 cm
2 cm
3 cm
5 cm
6 cm
7 cm
 8,5 cm
Hidup (4,6 cm)
5
0,5 cm
1 cm
2 cm
3 cm
4 cm
6 cm
7 cm 
Hidup (3,4 cm)

Gambar Hasil Pengamatan


(Baru Diatanam)

(Hari ke Tiga Tempat Gelap)


(Hari ke Tiga Tempat Terang)


(Hari ke Empat Tempat Terang)


((Hari ke Empat Tempat Gelap)

Pembahasan
1.     Tanaman di pot mana yang lebih tinggi?
2.    Tanaman akan tumbuh memanjang jika kekurangan sinar, akan tetapi lama kelamaan akan mati, kenapa?
3.    Apa fungsi cahaya matahari bagi tanaman?
Jawab:
1.     Tanaman di Pot B
2.    Karena dalam tumbuhan terdapat hormon auksin. Hormon ini bekerja dalam perkembangan meristem ujung, sehingga tumbuhan akan tumbuh memanjang. Hormon ini akan aktif pada kondisi gelap atau tidaka ada cahaya matahari, Jika hormon ini terkena cahaya matahari, maka akan rusak. Oleh karena itu tumbuhan ditempat yang terang cenderung lebih lambat pertumbuhannya. Namun, karena tidak terkena matahari, tanaman ini akan kekurangan nutrisi, batang tanaman ini lama kelamanan menjadi lemah dan pada akhirnya tanaman ini akan mati.
3.  Menentukan proses fotosintesis sehingga tumbuhan bisa mendapatkan nurtisi dan tidak layu/mati
  Kekurangan cahaya saat perkembangan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi,dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat ( tidak hijau )
 Cahaya juga dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya


BAB V
KESIMPULAN
          Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh factor internal dan eksternal. Faktor internal adalah seperti gen dan hormone sementara faktor eksternal adalah seperti air, cahaya, suhu, kelembapan. Dapat disimpulkan dari percobaan diatas bahwa dua tanaman jagung yang diberi tanah dan jumlah air yang sama, namun berada di tempat yang berbeda. Tumbuhan jagung yang berada di tempat terang berukuran lebih pendek namun berwarna lebih segar dan diameter batangnya lebih besar dari pada tanaman yang di taruh di tempat gelap. Tanamana jagung yang di letakkan di tempat gelap memanjang lebih cepat karena pengaruh hormone auksin. Hormon ini bekerja dalam perkembangan meristem ujung, sehingga tumbuhan akan tumbuh memanjang. Hormon ini akan aktif pada kondisi gelap atau tidak ada cahaya matahari, karena jika hormon ini terkena cahaya matahari, maka akan rusak, karena itu tumbuhan ditempat yang terang cenderung lebih lambat pertumbuhannya. Tanaman jagung yang di letakkan di tempat gelap memiliki batang yang lemah dan warna daun dan batang yang lebih pucat. Hal ini dikarenakan tanaman itu tidak terkena cahaya matahari, sehingga tanaman tersebut tidak bisa berfotosintesis.

4 komentar:

  1. Terimakasih atas informasi blog nye,informasi ini sangat membantu saya dalam pengerjaan tugas

    BalasHapus
  2. informasi ini bermanfaaat sekali,dan sangat bagus :)

    BalasHapus
  3. informasinya very good good good

    BalasHapus